Dua orang penyelam mengabadikan moment di dekat mobil VW tua yang di taruh di dsar laut spot Atlantis Garden Pulau Kodingareng Keke, Makassar, Sulsel, 14 Oktober 2015. Patung-patung dan mobil VW yang menjadi sumber kehidupan coral dan biota bawah laut ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisawatan saat menyelam dan snorkeling .
Bandung - Selama 5 tahun, Dhani Irwanto mengumpulkan data dan mengkaji keberadaan Atlantis di Indonesia. Dugaan lokasinya dengan banyak penjelasan dan argumentasi berdasarkan petunjuk tulisan Plato, filsuf Yunani yang juga mencatat keberadaan Atlantis secara rinci pada 360 tahun sebelum masehi, mengarah ke Laut Jawa. “Rencananya mau ditesiskan. Riset sementara ini bersifat personal,” kata insinyur teknik sipil lulusan Universitas Gadjah Mada pada 1987 itu di Bandung.
Dugaan Atlantis di Laut Jawa itu setelah dibukukan tahun ini, kata Dhani, menuai beragam tanggapan dari pembaca luar dan dalam negeri. Selain ada yang memuji, ada pula yang mengecam, protes, dan mengajak berdebat di media sosial. “Tetap saya tanggapi sampai hari ini,” ujarnya.
Menurut lelaki kelahiran Yogyakarta berusia 53 tahun itu, nama Atlantis dipakai sebagai negara, provinsi yang posisinya kini berada di Laut Jawa, serta kota yang kini diduga berjarak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean yang terkubur 11.600 tahun silam. Saat itu daratannya yang bernama Sundaland, sebagian besar masih menyatukan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, serta sebagian Malaysia dalam satu wilayah.
Atlantis digambarkan sebagai kota yang mewah serta megah dan tenggelam dengan banyak harta karun. Pulaunya ketika itu dibentengi terumbu karang sehingga sulit ditembus musuh. Saluran air kotanya pun tertata rapi dan sistematis. “Saluran airnya lebar seperti sungai alami, tapi itu buatan manusia,” kata Dhani. Atlantis diduga tenggelam akibat gempa bumi dan disapu tsunami.
Salah seorang penulis buku tentang Atlantis lainnya, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, punya versi berbeda soal lokasi Atlantis. Dugaan lokasi Atlantis yang disebutkan Dhani Irwanto berjarak 150 kilometer arah timur laut Pulau Bawean, dinilainya agak meleset. “Bukti lokasi ada pelabuhan yang tenggelam, sekarang 60 meter di bawah laut,” kata Danny yang juga pakar gempa bumi dari Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu. Lokasi persisnya ia masih merahasiakan.
No comments:
Post a Comment